Jumat, 08 Maret 2013
Tips Pengecatan Pada Vespa
Tips Pengecatan pada Vespa
Dasar Pengecatan vespa dimulai dari :
- Melihat tingkat simetris dan kelengkungan tiap lekukan vespa,
-Menentukan apakah cat dan dempul akan dibuang seluruhnya atau sebagian saja,
-Tahap pengelasan.Jika terdapat sobekan atau berlubang maka harus di las. Dalam pengelasan tidak sembarang mengelas, jika mengelas tidak pada keadaan simetri alhasil akan tidak sempurna dan terkunci pada ketidak simetrian bahan.
-Tahap selanjutnya adalah pengampelasan.Gunakan hampelas kasar atau nomor 80 untuk pertama menghampelasan, selanjutnya pakai hampelas halus dengan nomor 240.Setelah 6 jam kemudian pengampelasan diulang menggunakan yang halus hingga betul-betul bersih.
-Tahap pengecatan dengan menggunakan meni untuk dasarnya.
Cara pencampuran cat >> campuran thiner dengan cat meni jangan terlalau encer,aduk hingga merata,pengecatan dasar yang bagus terlihat dari wana yang flat dan jika diraba terasa kasar.Setelah cat kering hampelas kembali menggunakan hampelas nomor 360 hingga halus jika diraba permukaan pori-pori tidak tersa.
-Tahap Pendempulan,
-Berikutnya pengampelasan dempul awal,agar lebih mudah dan cepat gunakan hampelas nomor 80.
-Tahap pengecatan dasar akhir,cat kembali keseluruhan menggunakan meni,setelah kering hampelas kembali dengan hampelas nomor 240 hingga halus dan ulang satu atau dua kali penghampelasan biar hasil lebih maksimal.(Jangan lupa dalam pengampelasan selalu gunakan air).
-Setelah mengecatan warna dasar akhir kering,campur gloss dan thiner jangan terlalu encer untuk pengecatan gloss awal.cat hingga keseluruhan.
-Setelah kering hapelas permukaan sampe halus,
-Tahap finising,gunakan compound putih dan gosok hingga mengkilat,
-Tahap pencucian .Cuci vespa dengan shampoo motor,keringkan dengan lap hingga kering
Dasar Pengecatan vespa dimulai dari :
- Melihat tingkat simetris dan kelengkungan tiap lekukan vespa,
-Menentukan apakah cat dan dempul akan dibuang seluruhnya atau sebagian saja,
-Tahap pengelasan.Jika terdapat sobekan atau berlubang maka harus di las. Dalam pengelasan tidak sembarang mengelas, jika mengelas tidak pada keadaan simetri alhasil akan tidak sempurna dan terkunci pada ketidak simetrian bahan.
-Tahap selanjutnya adalah pengampelasan.Gunakan hampelas kasar atau nomor 80 untuk pertama menghampelasan, selanjutnya pakai hampelas halus dengan nomor 240.Setelah 6 jam kemudian pengampelasan diulang menggunakan yang halus hingga betul-betul bersih.
-Tahap pengecatan dengan menggunakan meni untuk dasarnya.
Cara pencampuran cat >> campuran thiner dengan cat meni jangan terlalau encer,aduk hingga merata,pengecatan dasar yang bagus terlihat dari wana yang flat dan jika diraba terasa kasar.Setelah cat kering hampelas kembali menggunakan hampelas nomor 360 hingga halus jika diraba permukaan pori-pori tidak tersa.
-Tahap Pendempulan,
-Berikutnya pengampelasan dempul awal,agar lebih mudah dan cepat gunakan hampelas nomor 80.
-Tahap pengecatan dasar akhir,cat kembali keseluruhan menggunakan meni,setelah kering hampelas kembali dengan hampelas nomor 240 hingga halus dan ulang satu atau dua kali penghampelasan biar hasil lebih maksimal.(Jangan lupa dalam pengampelasan selalu gunakan air).
-Setelah mengecatan warna dasar akhir kering,campur gloss dan thiner jangan terlalu encer untuk pengecatan gloss awal.cat hingga keseluruhan.
-Setelah kering hapelas permukaan sampe halus,
-Tahap finising,gunakan compound putih dan gosok hingga mengkilat,
-Tahap pencucian .Cuci vespa dengan shampoo motor,keringkan dengan lap hingga kering
TIPS MENGORTER MESIN MOTOR VESPA
CARA MENGORTER VESPABiasanya pada blok mesin piston dan selinder diberi celah,namun tak sembarangan mengasih celah semua ada ukurannya,Bilamana dikasih celah sembarangan piston akan ngejim.
Untuk mengatasi masalah itu tidak terjadi dibawah ini ada ukurannya sebagai berikut :
C=diameter cylinder max
P=diameter luar piston
Piston Clearance 0,0040 /0,0045.
Dijamin mesin vespa anda tidak macet,proses rayen selama tiga hari,penggunaan oli samping sebaiknya 1,5 dari takaran biasa atau tiga tutup botol oli samping pada bensin satu liter.Oli sehabis korter pakai oli bagus bisa pake oli jumbo atau oli samping pertami
VESPA ANTIQUE CLUB INDONESIA
Vespa Antique Club (VAC) Indonesia berdiri pada 28 Oktober 1993 di Bandung, Jawa Barat. Awalnya, VAC Indonesia merupakan impian banyak anggota yang sebelumnya tergabung dalam VAC Jawa Barat yang prakarsai oleh Drs. Solehudin dengan NRA 001, Drs. Acep Rahmat SH dengan NRA 002, Franky Rahmat dengan NRA 007, Dodo Suhendar dengan NRA 00. serta puluhan anggota VAC lainnya.
Dengan segala keterbatasan dan kecintaan terhadap sepeda motor yang saat ini sudah kurang tersebut, VAC Indonesia memulai segala kegiatan yang bersifat positif. Bukan hanya sekedar touring ke berbagai kota di seluruh Indonesia, melainkan juga kegiatan-kegiatan sosial seperti bakti sosial. Pendeknya, VAC Indonesia merupakan sebuah organisasi yang bukan berkonotasi negatif seperti club-club sepeda motor lainnya.
Vespa jadi kendaraan resmi panitia Sea Games
Sebanyak 25 skuter vespamenjadi
kendaraan operasional panitia SEA Games 2011 di Palembang pada 11
November. Kendaraan operasional ini merupakan kerjasama panitia SEA
Games bersama PT Piaggio Indonesia sebagai wujud dari kendaraan ramah
lingkungan di arena SEA Games mendatang.PT Piaggio Indonesia sebagai
Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Vespa di Indonesia menyediakan 25
unit Vespa jenis LX. Vespa ini akan melengkapi kendaraan operasional
ramah lingkungan di arena SEA Games lainnya seperti Sepeda, Mobil
Listrik dan Mobil BBG.
Managing Director PT. Piaggio Indonesia,
Sergio Mosca, mengungkapkan kebanggaannya terhadap keikutsertaan Vespa
dalam pesta olah raga terbesar di Asia Tenggara ini. “Dengan
terpilihnya Vespa
sebagai salah satu kendaraan operasional panitia, itu menandakan
kepercayaan masyarakat akan keunggulan dari Vespa dan teknologi Piaggio
yang ramah lingkungan,” ucap Sergio dalam rilisnya kepada penulis , Kamis (3/11).
Kendaraan
Vespa yang diikut-sertakan dalam opersional ini sudah melalui
teknologi standar Euro 3. Yaitu standar emisi kendaraan bermotor yang
ditetapkan oleh Uni Eropa pada 2002. Standar Euro 3 ini bertujuan untuk
mengurangi kadar pencemaran yang disebabkan oleh emisi kendaraan.
Ke-25 Vespa
tersebut telah diserah-terimakan kepada panitia SEA Games. Acara
penyerahan dihadiri oleh Ketua KONI/INASOC Provinsi Sumatera Selatan,
Muddai Madang dan Managing Director PT Piaggio Indonesia, Sergio Mosca. “Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran pelaksanaan SEA Games ke-26 ini,” tambah Sergio.
sumber : republika
Sejarah Scooter Owners Group (SOG) di Bandung
KONVOI
anggota Scooter Owners Group (SOG) menyemarakkan Kota Bandung,
beberapa waktu lalu. Keunikan lahirnya skuter Vespa, tidak ubahnya
dengan kelahiran komunitas skuter Vespa di Kota Bandung, Scooter Owners
Group. Komunitas yang lebih dikenal dengan singkatan SOG ini lahir
karena pertemanan yang memiliki kesenangan yang sama.* DUDI SUGANDI/"PR"
TIDAK hanya di kalangan penggila, seorang pencinta sekalipun akan
melontarkan ungkapan pembenaran bahwa hanya ada satu sepeda motor yang
dianggap paling seksi, yakni Vespa! Boleh-boleh saja jika kita tidak setuju.
"Tapi Anda boleh membandingkan
dengan kendaraan skuter jenis lain atau sepeda motor merek apapun,
dipandang dari sudut mana pun Vespa sangat enak dilihat," ujar Imam,
salah seorang anggota Scooter Owners Group (SOG) Bandung, di sela-sela
kegiatan "U Mild U Bikers Safety Race to Asia 2008" di Lapangan Gasibu
dan sekitar Jalan Diponegoro Bandung,
Sabtu (16/2) lalu.
Dilihat dari sejarahnya,
menurut Imam, kehadiran Vespa tidak kalah unik dan menarik. Sejarah
Vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Adalah Enrico
Piaggio, pengusaha muda berdarah Italia yang memulai usahanya di bidang
pesawat terbang. Dua puluh tahun kemudian, usahanya bangkrut. Piaggio
yang pantang menyerah mulai merancang industri alat transportasi dengan
alternatif kendaraan niaga ringan.
Pada 1945, konstruksi
alternatif tersebut ditemukan. Untuk pertama kali produk motor dengan
seri P108, memiliki teknologi sederhana namun berbentuk sangat menarik
seperti binatang penyengat (lebah) dengan bentuk kerangkanya. "Akibat
tampilannya itu, motor ini lebih sering dinyatakan sebagai Wespe atau
Vespa, yang artinya memang binatang penyengat," papar Imam.
Keunikan lahirnya skuter Vespa,
tidak ubahnya dengan kelahiran komunitas skuter Vespa di Kota Bandung,
Scooter Owners Group. Komunitas yang lebih dikenal dengan singkatan SOG
ini lahir karena pertemanan yang memiliki kesenangan sama. "SOG lahir
berawal ketika sepuluh orang warga Nangkasuni yang memiliki sepeda
motor Vespa, berkeinginan mendirikan klub otomotif yang mengkhususkan
diri pada kendaraan bermotor jenis skuter," ujar Boy Januar A., salah
seorang pendiri SOG.
Hingga akhirnya Boy Januar
bersama Tono S., H.D. Morabed, Beno Hendarin, Anthoy, Abah Iman, A.
Raddy, Wawan, Yayan Peloy (Alm.), dan Saman, mulai merintis pendirian
sebuah klub otomotif skuter akhir bulan Januari 1995. Upaya tersebut
diawali dengan selalu berkumpulnya mereka yang akhirnya memunculkan
gagasan untuk memakai Vespa Owners Club (VOC) sebagai nama klub skuter
pertama di Kota Bandung tersebut.
Bukan hal yang mudah bagi Boy
bersama sembilan rekannya untuk memulai menggalang dan mengumpulkan
anggota. Perjalanan dilakukan dari waktu ke waktu dengan menyebarkan
brosur ajakan untuk bergabung. "Setelah melalui beberapa kali pertemuan
dan melakukan evaluasi, dengan pertimbangan menginginkan organisasi
yang matang dan berumur lama akhirnya kita sepakat untuk berganti
bendera. Alasannya, Vespa merupakan merupakan
sebuah
merek produk. Apabila menggunakan nama tersebut maka hanya yang punya
motor Vespa yang bergabung," ujar Boy, yang kini tercatat sebagai salah
seorang pegawai di Geologi Jabar.
Dikatakan Boy, di Bandung
maupun Indonesia pada umumnya motor tipe skuter tidak hanya Vespa. Ada
juga merek lain seperti Lambretta, JLO, Sundapp, Bajaj, serta merek
lainnya. Selain pertimbangan merek, penggantian nama dari Vespa Owners
Club (VOC) menjadi Scooter Owners Club (SOC) Bandung, dilakukan untuk
menciptakan sebuah organisasi besar. Perubaha nama juga guna merancang
aturan yang akan dituangkan dalam bentuk anggaran dasar dan anggaran
rumah tangga, sehingga dalam melaksanakan aturan tersebut tidak
bertentangan dan konsekuen baik masalah nama klub ataupun bentuk aturan
lainnya.
Dalam perjalanannya, organisasi
SOC pun mengalami berbagai kendala hingga akhirnya untuk kali kedua
nama komunitas diubah menjadi Scooter Owners Group atau disingkat SOG.
"Alasannya waktu itu karena kata group dianggap lebih besar
dibandingkan dengan kata club, semisal Harley Owners Group jumlah
anggotanya sangat banyak dan mendunia. Kami pun menginginkan anggota
yang lebih banyak," ujar Boy.
Terbukti, keinginan dari
jajaran pendiri serta pengurus secara perlahan membuahkan hasil. SOG
kini memiliki anggota lebih dari 8.000 orang, yang tersebar di seluruh
Indonesia. Jumlah itu belum termasuk Brother Scooter yang berada di
Singapura, Malaysia, Thailand, dan lainnya.
Di hadapan Kapolwiltabes dan
instansi pemerintah terkait pada 18 Maret 1995, di Mapolwilatabes
Bandung, Scooter Owners Group (SOG) diresmikan dan berdiri sebagai klub
skuter di Bandung. "Dan hingga kini tanggal tersebut ditetapkan
sebagai tanggal berdirinya Scooter Owners Group (SOG) Bandung, yang
ditetapkan dalam munas pertama SOG di Hotel Provence Bandung tiga tahun
kemudian (1998) ," ujar Boy.
"Selain mengukuhkan hari jadi,
juga dilakukan penyempurnaan AD/ART, logo Kalong SOG Indonesia,
Keputusan Wilayah Bandung Raya menjadi Cabang dan wilayah lainnya
menjadi cabang dari SOG Indonesia serta menjadikan SOG Indonesia
sebagai induk organisasi," ujar Boy. Anggota SOG kini telah menyebar ke
seluruh Nusantara, bahkan sudah go internasional. Setahun sejak
kelahirannya (1996) majalah otomotif keluaran Inggris "Scootering
Magazine" menuliskan kiprah SOG . Kebesaran SOG Indonesia juga
dibuktikan dengan bergabungnya SOG Singapore dan SOG Malaysia sebagai
Brothers SOG Indonesia.
Di tanah air, khususnya di Kota
Bandung dan sekitarnya komunitas skuter tidak hanya diwadahi Scooter
Owners Group, tetapi banyak komunitas-komunitas serupa bermunculan.
Semakin tingginya nilai jual skuter di pasaran menambah jumlah
komunitas skuter. Dalam lima tahun terakhir, populasi komunitas skuter
di kota Bandung terus bertambah. Selain SOG Bandung, juga ada Vespa
Antique Bandung (VAB), North Racing Scooter (NRS), Wariors Scooter Club
(WSC), Vespa Club Bandung (VCB), Vespa Antique Club (VAC), Bandung
Imortal Scooter (BIS), Scooter Army Bandung (SAB), Ikatan Scooter
Pencinta Alam
(Ikaspala),
Scooter Racer Club (SRC), Scooter Wings Adventure Team (SWAT),
Parahyangan Independent Scooter Association (PISA), Zatinenzer Scooter
Club (Z-SOC), Bhayangkara Vespa Club (BVC), dan banyak lagi.
Sementara berdasarkan data
Vespa Indonesia Online, tercatat tidak kurang dari 650 komunitas skuter
yang ada di tanah air ini. Untuk menaikkan pamor dan nilai jual
koleksi skuter, juga digelar scooter contest, mulai dari classic atau
retro, custom modify, air brush modify, extreme modify, dan lainnya.
Akibatnya, booming skuter kini kembali terjadi, kehadirannya tidak
hanya sebagai sarana transportasi bagi kaum urban masa kini, tetapi
juga sebagai sarana having fun and pleasures yang dapat tampil penuh
gaya.
Vespa Excel 150 (Jati diri si jagur vespaku)
Vespa
Excel 150 hadir di Indonesia pada tahun 1992 yang diproduksi oleh ATPM
khusus produk Piaggio waktu itu PT. Dan Motor Indonesia. Motor roda dua
yang masuk kekeluarga besar skuter ini termasuk paling fenomenal
diantara saudara-saudara sesama produk Vespa, bagaimana tidak, dengan
dibekali fitur elektrik stater untuk memudahkan dalam meyalakan mesin
motor, jok yang sudah menyatu demi kenyamanan pengendara, mini airscoope
untuk menambah aerodinamis sewaktu digeber, dan mini windshield yang
memberi kesan retro tapi modern, membuat semua penikmat sisemok nan
montok ini kian pe-de duduk mengendarai Vespa Excel 150.
Dengan
menggunakan teknologi mesin 2 tak 150cc pendingin udara, bore x stroke
57.0 x 58.0mm, pengapian cdi, bertransmisi 4 percepatan, menggunakan rem
tromol depan belakang, aki basah, kopling manual tipe basah, kedua roda
mempunyai lingkar 10”/350 depan-belakang, kapasitas tangki bahan bakar
5lt, kapasitas tangki oli samping 1.2lt, berat total motor 116 kg,
rangka body monoque, sehingga mampu membuat skuter ini digeber sampai
batas kecepatan 110kph kondisi standar pabrik. Selain memberikan
kenyaman ekstra bagi sipengandara, ternyata Excel 150 ini juga telah
mengalami perbaikan teknologi pada mesinnya dibanding saudara tuanya
yakni P150X Exclusive, yang nantinya membuat skuter ini mampu mendapat
power siknifikan diputaran mesin bawah.
Lha
terus apa saja perubahan teknologi tersebut?, yang pertama pada blok
silinder terdapat 3 lubang transfer, ukuran venturi karburator lebih
besar dari pendahulunya, ukuran lubang isap pada crack case juga sudah
dimodif agak besar, mempunyai diameter piston lebih besar dari sang
kakak (58mm), laher bandul menggunakan diameter yang lebih besar, model
rumah kopling dan koplingnya sendiri juga lebih besar, pemakaian oli
samping dan bahan bakar sudah terpisah menjadi 2 bagian dalam 1 tangki.
Dan
pagi para penggemarnya, Vespa Excel 150 ini adalah skuter termewah pada
masanya, dengan dimensi agak sedikit besar dari P150X atau Exclusive,
membuat yang menaiki motor ini merasa nyaman dan stabil dalam menempuh
perjalanan jauh. Walaupun mempunyai model yang begitu-begitu saja, Vespa
seolah tidak mau ketinggalan dalam pengaplikasian piranti keselamatan
dan emergency dijalan, semisal pada skuter ini sudah dilengkapi lampu
sein untuk memberi tanda bagi pengguna jalan yang berada didepan atau
belakangnya saat motor akan membelok, ditambah dengan adanya ban
cadangan, jadi jika ban bocor ditengah jalan, sipengendara tidak usah
pusing-pusing cari tukang tambal ban, langsung aja menepi untuk
mengganti ban bocor dengan ban cadangan. Hmmm…fitur yang tidak dimiliki
oleh motor-motor Jepang.
Last…karena
motor ini adalah motor 2 langkah yang sering dianggap biang polusi,
tingginya harga beli waktu itu, serta kurang memadainya fasilitas 3S
(Sales, Service, Spare part) dari dealer resmi, mengharuskan Vespa Excel
150 ini harus tutup usia pada tahun 2007. Dan menurut saya, tidak lama
lagi skuter semok ini juga akan menjadi seperti kakak-kakaknya yang
lebih awal mengaspal dijalanan negeri ini, yaitu dijadikan kendaran para
pehobi saja dan masuk kekelas kolektor item.
Langganan:
Postingan (Atom)











